Articles by "Budaya"

3/01/2018


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munaafiquun: 9)

Barangsiapa harta dan keluarganya mengalahkan atas apa yang ada di sisi Allah, maka sungguh dia mendapatkan kerugian yang besar. Sering kali kita lihat dewasa sekarang ini tidak mampu memegang amanah harta dan keluarga. Semakin mereka miliki maka semakin mereka bertambah jauh dari Tuhannya.

Anak Adam akan berkata, “hartaku… hartaku…!!!” harta yang manakah mereka cari? Tidaklah harta yang mereka miliki kecuali apa yang habis dimakan dan kini telah musnah, apa yang mereka pakai dan kini menjadi usang, dan apa yang mereka telah sedekahkan dan itu telah berlalu.

Adapun mereka yang selalu dipermainkan oleh harta dunia adalah mereka yang selalu menggantungkan tangan di lehernya alias medit, pelit bin kikir. Pada dasarnya memang akan datang suatu kaum yang tidak akan pernah merasa kelaparan, selalu memakan makanan terbaik di dunia, memakai pakaian yang paling baik motif dan keindahannya tetapi jiwa mereka tidak akan pernah merasa puas dengan yang banyak. Mereka menikmati dunia dari pagi hingga senja dengan tenangnya. Mereka telah menjadikan harta mereka sebagai Tuhan selain Tuhan mereka. Adzan berkumandan ia masih tetap sibuk dengan urusan dunianya. Semakin mereka miliki harta dunia maka semakin mereka menjauh dari Tuhannya dan mereka semakin menghamba kepada dunianya.

Harta adalah cobaan yang selalu bersembunyi di balik kesenangan dan pemenuhan kebutuhan. Ia tidak akan pernah memperlihatkan jati dirinya yang sesungguhnya kecuali mata seorang muslim harus lihai dalam membedakan antara hak dan bathil. Ia adalah salah satu penghambat seorang hamba di padang mahsyar kelak nanti. Maka jika kebutuhan duniamu telah engkau peroleh maka perbanyaklah rasa syukur dengan lisan yang dibuktikan dengan perbuatan.

Kikir berkarat-karat akan semakin berkarat bagi mereka yang selalu menumpuk harta tanpa tujuan yang jelas. Jika tujuan hidup hanya untuk dunia semata, maka carilah duniamu sebanyak-banyaknya, tidaklah engkau mendapatakan duniamu itu kecuali apa yang telah ditetapkan sebagai rezki untukmu. Dan tidak akan sampai ajal seorang hamba kecuali rezkinya di dunia telah dicukupkan. Stok rezkinya sudah habis.

Di dalam hati manusia pasti akan ada rasa betah dan cinta kepada keluarga termasuk cinta kepada anak-anak. Seringkali keluarga juga adalah menjadi penyebab kita lalai mengingat Tuhan bahkan menjadi biangnya dalam melakukan dosa. Tidak jarang istri para pejabat selalu kompor-komporin suaminya untuk cepat kaya. Sudah kepalan tanggung sang suami mau tidak mau agar istrinya berhenti merengek jalan satu-satunya cepat kaya adalah dengan korupsi.

Kelemahan laki-laki memang ada pada diri wanita. Sang Romeo bergelar Kaisar dengan gagah perkasa, tidak ada rasa gentar melawan musuh, segala tantangan akan dilaluinya, ‘gunung kan kudaki, lautan kan kuseberangi’, katanya. Tetapi malah takluk dan tunduk di bawah kaki Juliet sang putri Romawi. Kelemah lembutan wanita mampu menghancurkan satu Negara oleh karena yang berada di bawah kekuasaannya adalah laki-laki prajurit gagah nan perkasa.

Sangking betahnya kita kepada anak-anak, kemauannya pun selalu kita ingin turuti. Seringkali rengekan anak-anak memilukan dan memekikkan telinga. Hanya karena tidak mampu mengurusi keinginannya banyak tuh orangtua-orangtua ditendang oleh anaknya. Jika orangtua tidak mengajarkan agama dan tata kesopanan kepada anak-anaknya, suatu saat ia akan menjadi penghambat akan kesalehan orangtuanya. Jika orangtua lemah kepada anak-anaknya, ia hanya menemukan dirinya berakhir pada kedua kemungkinan, yaitu menuruti keinginan anak-anaknya atau tunduk di bawah keinginan anak-anaknya.

“Cinta harta dan kehormatan adalah dua hal yang menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, sebagaimana air yang menumbuhkan rerumputan”



Sumber : facebook.com

3/01/2018


“Sesungguhnya para pemboros adalah menjadi teman para setan” (QS. Al-Isra’ : 27)

Sekarang jamannya penyakit konsumeris (budaya konsumtif).

Layanan publik yang saling berlomba menayangkan iklan dengan model barang terkini dan trend sangat membelalakkan mata. Dengan adanya supermarket, hypermarket, mall, supermall berapa pun uang akan habis jika tidak mengenal nafsu belanjanya. Nafsu memang selalu mengantarkan pemiliknya kepada lembah kehancuran. Kenalilah nafsu dan jangan terlalu diperturutkan, karena ia memang tidak punya rasa puas, membeli barang apa saja hanya sekedar keinginan semata dan bukan berdasarkan kepada kebutuhan adalah hal yang perlu dihindari. Uang berapa pun akan hanyut dan hanya akan memperkaya para penjual, yang seandainya barang itu tidak dibeli pun tidak apa-apa karena tidak begitu dibutuhkan.

Di sinilah para muslim akan dilatih sifat kezuhudannya, jangan terlalu mendunia yang ketika anda semakin menggarapnya maka keinginan yang lain pun akan semakin menuntut untuk dipenuhi. Ambillah duniamu yang anda butuhkan dan jauhilah keinginanmu terhadap dunia yang membuatmu jadi lepas kontrol.

Tidak pelak lagi jika hanya sekedar komunikasi, Pesawat HP sebenarnya sudah cukup hanya dengan HP lama yang selama ini dimiliki. Namun begitulah selalu ada inovasi dan penambahan fasilitas serta tampilan baru, iklan-iklan layanan selalu menggiurkan untuk mendapatkan produk terbaru, sehingga rasa-rasanya uang di kantong celana yang modalnya cuman cepean butut sangat memaksa untuk ngutang, kiri kanan gali lobang. Bagi yang punya uang pun hati-hati dalam menggunakan uang. Dan memang rasa-rasanya tidak trand kalau tidak ikut perkembangan teknologi, hehe itu kata nafsu loe...!!! HP yang sebenarnya hanya untuk komunikasi kini berubah jadi perhiasan, padahal yang kita butuhkan hanyalah komunikasi.

Perubahan jaman semakin menuntut keinginan, sebenarnya di sinilah ujian jika betul-betul ingin menguji kezuhudan dan kesufian hati kita terhadap gemerlapnya dunia. Pegang uang banyak adalah amanah untuk tidak berbelanja sembarangan tapi harus dipergunakan kepada yang haknya. Supermarket walau seluruh isinya kita menghabiskan uang untuk membelinya tapi tidak dibutuhkan dan hanya memenuhi keinginan semata, itulah orang yang dimaksud dari ayat di atas, yakni temannya setan.


Sumber : facebook.com


3/01/2018


"Barangsiapa yang sudah ahli (dalam memanah), kemudian meninggalkan keahliannya karena benci berarti ia menghapus nikmat yang telah diberikan Allah." (HR. An-Nasa'i)

Percayakah anda bahwa bakat ada pada tiap diri seseorang sejak ia lahir di muka bumi ini???

Dari Hadis di atas menjelaskan, bahwa Nabi menganjurkan kepada kita untuk selalu berlatih walaupun sudah menjadi seorang yang ahli di bidangnya, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka ia benar-benar telah menghapus nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Biasanya untuk kata "latihan" diperuntukkan hanya kepada orang-orang yang masih awam, tapi kali ini statement dari sebuah hadits memberikan penguatan bahwa kata "latihan" bukanlah milik orang-orang awam saja, tetapi milik semua kalangan.

Tidak perlulah berlatih jika sudah pandai memanah sejak lahir!!!

Tidak ada latihan tanpa kesulitan, tidak ada latihan tanpa mencucurkan keringat, bagaimana mungkin anda bisa menguasai sebuah keahlian tanpa sering berlatih untuk menggapainya. Setelah menggapai pun anda harus masih tetap berlatih agar bakat anda itu selalu terasah (terbiasakan) dan agar keahlian itu tidak meninggalkan anda. Dalam hal ini bisa ditarik sebuah kesimpulan, bahwa sebenarnya bakat itu tidak ada, yang ada adalah orang yang giat berlatih sehingga memunculkan sebuah bakat. Tidak dengan berlatih, maka bakat pun tidak akan bermunculan.

Sebuah pepatah mengatakan:

"melakukan sesuatu itu sangat mudah, tapi memelihara adalah sesuatu yang sangat sulit"

dalam hal yang lain ada juga pepatah yang mengatakan bahwa "mencapai sesuatu membutuhkan proses dengan waktu yang lama, tetapi menghancurkannya hanya membutuhkan waktu sesaat saja."

Banyak orang yang mampu menghafal Al-Qur'an, akan tetapi memelihara agar tetap hafal sampai meninggal dunia itulah yang sangat sulit. Menjadi orang saleh membutuhkan waktu yang begitu lama agar sikap kesalehan itu bisa mendarah daging di tubuh sesorang, akan tetapi menghancurkannya dengan menjadi orang yang salah itu hanya membutuhkan beberpa detik saja. "Panas setahun disapu hujan sehari" walaupun anda memiliki banyak amalan-amalan dimulai dari masih belia sampai di masa tua, namun meninggalnya dengan cara bunuh diri ujungnya hanya neraka juga.

Mudah-mudahan kita semua selalu menjaga nikmat Allah dengan selalu belajar dan melatih diri, sehingga kita semua benar-benar menjadi mampu dan ahli.

Amin!!!

"Lapangan es, meskipun licin akan menjadi surga bagi mereka yang pandai berdansa (Ice Skating)." (Fredrich Nietzche)


Sumber :  facebook.com

3/01/2018


"Keberhasilan yang sering kita anggap sebagai keberhasilan adalah sesuatu yang diperoleh dengan mudah, tetapi itu adalah keberhasilan yang sangat langka, karena keberhasilan membutuhkan lebih banyak bekerja daripada hanya keberuntungan untuk masuk ke jalur yang lebih mudah"

"Jalan pintas!" pekerjaan orang malas ataukah pekerjaan orang pintar???

Jika dengan jalan pintas bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar, orang yang menemukan jalan pintas itu adalah orang terpelajar, dan pastinya dia pintar. Orang malas hanya ingin keuntungannya saja, tapi dia tidak akan mungkin menemukan keberuntungan dengan mudahnya tanpa usaha sebelumnya untuk menemukan jalan pintas itu. Sang karyawan bekerja hanya bisa menghasilkan sejuta sebulan, tapi sang pemilik perusahaan bisa menghasilkan puluhan juta per bulan bahkan sampai ratusan juta per bulan. Sebelum menjadi seorang yang jutawan, begitu mudahnya rezki mengalir kepadanya, tentunya ia adalah seorang pekerja keras dan tidak nampak tanda-tanda kemalasan di masa mudanya.

Seni adalah pekerjaan halus yang melahirkan sebuah karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa. Orang menjadi ahli bukanlah dikarenakan dari sebuah keistimewaan, tetapi berawal dari kebiasaan yang dikembangkan secara bertahap. Keahlian tidak akan dimiliki oleh orang-orang yang malas, karena bakatnya telah terpendam dalam dirinya bersama dengan kemalasannya. Pekerjaan adalah kebiasaan yang dikembangkan secara bertahap hingga memunculkan sebuah bakat, mereka yang sukses adalah mereka yang dalam pekerjaannya bisa menghasilkan karya-karya baru dari bakatnya itu yang dapat mendatangkan keuntungan yang besar untuk dirinya menjadi seorang yang jutawan. Bekerja adalah seni!!!

"Seni seseorang akan tumbuh dalam dirinya, menurutku tak satu orang pun yang dapat menjelaskan pertumbuhan itu. Ia terjadi secara halus dan sangat rahasia. Bagaimana mungkin kita akan menggali dan mencabuti tanaman hanya untuk mencari tahu pengertian dari kata tumbuh."

Semoga kita semua tetap dalam seni bekerja, dan menggantungkan nasib kepada Allah seiring dengan melakukan sebuah pekerjaan...

Amin!!!

Jika kata-kataku ini ada benarnya, maka sesungguhnya yang benar itu datangnya dari Allah Swt., dan jika terdapat kekeliruan, maka itu adalah kesalahan saya sebagai manusia biasa yang tempatnya khilaf dan kesalahan!!!


Sumber : facebook.com

3/01/2018

"Tertulis dalam kitab Taurat: Apabila di rumahmu sudah ada gandum, maka beribadahlah (kepada Allah). Apabila belum ada gandum maka bekerjalah, gerakkanlah tanganmu, itu yang menyebabkan kamu memperoleh reski." (Sufyan Ats-Tsauri)

Bukan lagi hal yang baru buat kita, tentang "nasib", jika berani menjadi manusia itu artinya anda harus berjuang untuk hidup. Segala keperluan hidup yang datang kepada kita adalah memerlukan keterlibatan tenaga dan pikiran. Hidup adalah pekerjaan. Tak mau bekerja maka jangan jadi manusia.

Ada pun tentang nasib, sungguh beruntung bagi yang bernasib mujur, mungkin dikarenakan ia adalah anak dari seorang konglomerat atau dia adalah anak dari seorang Pengusaha Sukses, ke mana-mana selalu diantar dengan Mercy atau Nissan, di jaman kerajaan mungkin setingkat kendaraan berkuda. Punya tanah seluas gunung, punya banyak perusahaan yang cabangnya terletak di semua daerah. "Nasib Mujur" itu tidak semua manusia bisa menikmatinya, hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah digariskan oleh-Nya, sementara yang lainnya ada yang memulai hidupnya dari nol, tidak ada harta warisan, tidak memiliki harta kekayaan, dan selalu hidup dalam kemiskinan.

Mencapai kesuksesan yang begitu gemilang tidaklah terjadi begitu saja, ada banyak kepelikan hidup yang dilalui sebelum mencapai kesuksesan itu. Mereka yang sukses adalah mereka yang bisa mempertahankan hidupnya dengan harga diri dan kehormatannya. Harga diri dan kehormatan hanya dapat diperoleh dengan tidak menggantungkan kebutuhan hidup dan mengemis penghidupan dari tangan orang-orang yang pelit.

Hidup butuh makan, hidup butuh pakaian, hidup butuh rumah, hidup butuh pengakuan di masyarakat, hidup butuh pasangan, hidup butuh negara, hidup adalah keinginan. Untuk mencukupi kebutuhan diperlukan keterlibatan tenaga dan pikiran, "gerakkanlah tanganmu! niscaya rezki akan bergerak ke arahmu."

Ungkapan yang tertulis dalam kitab Taurat yang dinukil oleh Sufyan Ats-Tsauri tersebut mengandung keseimbangan hidup, antara beribadah dan mencari rezki. Bekerja mencari rezki itu sendiri adalah ibadah, mensyukuri dengan tercukupinya kebutuhan hidup termasuk mensyukuri adanya gandum yang bisa dimakan untuk menyambung hidup, itu juga termasuk ibadah. "Merusak diri" adalah pekerjaan yang paling tidak disenangi oleh Allah, termasuk membiarkan perut kelaparan dengan tidak berusaha padahal ia sanggup berbuat untuk mendapatkan makanan.

"Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (Al Baqarah 2:11)

Manusia (termasuk diri kita) dan makhluk hidup lainnya, dan benda mati yang lain yang tidak diperkenangkan untuk dirusak, semuanya adalah bagian dari bumi yang Allah perintahkan kepada kita untuk tidak merusaknya. Perbuatan merusak orang lain termasuk mengadu domba, menghasud dan mendengki. Perbuatan merusak diri sendiri adalah seperti tidak berpakaian, membiarkan perut keroncongan dikarenakan ia tidak berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dan merasa pasrah atau dalam keadaan putus asa, padahal secara fisik ia bisa manfaatkan tenaganya untuk mendapatkan makanan dan penghidupan yang layak.

Semoga kita semua bisa menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, antara pekerjaan dan ibadah kepada Allah...

Amin

Jika terdapat kesalahan, itu datangnya dari saya pribadi. Dan jika menurut anda ini benar maka yang benar itu adalah datangnya dari Allah Swt.

"Kita menjadi seorang ahli karena giat belajar dan berlatih berkali-kali, ini bukan keistimewaan namun kebiasaan." (Aristoteles)


Sumber : facebook.com

SMA YAPIP MAKASSAR SUNGGUMINASA

{facebook#https://www.facebook.com/100012173117216} {twitter#https://twitter.com/schoolyapip/} {google-plus#https://plus.google.com/u/0/110901565791389610503} {pinterest#https://id.pinterest.com/mkssungguminasa/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UC-S_QsY5fXShgK_uu5-ezzw} {instagram#https://id.instagram.com/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget